Baru-baru ini salah satu perusahaan bank rakyat di Jakarta menerima surat elektronik (e-mail) dari orang yang tidak dikenal . Surat ini berisi ancaman agar bank mentransfer uang senilai 40 Juta rupiah ke suatu nomor rekening atau sang hacker akan meretas ATM dan menguras semua uangnya.
"Saya mendapati surat ini sewaktu saya mengecek e-mail Pagi tadi, namun saya terkejut karena mendapati surat tersebut berisi ancaman" ujar pengurus Bank
Menurut Pihak Bank ancaman tersebut bukanlah ancaman berbahaya. Mereka menganggap kalau memang pelaku dapat meretas ATM dan mengambil semua uangnya mengapa tidak dilakukan?. Bukankah uang senilai 40 Juta rupiah itu tidak ada apa-apanya ketimbang semua uang di ATM yang bernilai hingga miliaran?
"Kami tidak akan menanggapi ancaman tersebut. Dan kami pun tidak merasa terancam. Gini aja. Kalau emang pelaku bisa melakukannya kenapa nggak dilakuin?. Toh. Kalau dia kuras uang ATM dia bisa dapat miliaran. Kayaknya sih ini cuma orang iseng biasa saja"
Pihak Bank pun telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar kasus ditindak lanjuti.
Polisi mampu melacak pemilik dengan identitas yang diperoleh dari nomor rekening kemudian dicocokkan dengan nomor Internet Protocol (IP) Address pada komputer yang digunakan pelaku untuk mengirim surat elektronik (e-mail) tersebut.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus